Menangkap peluang adanya peningkatan permintaan masyarakat khususnya untuk kebutuhan di bulan Ramadhan, mahasiswa/i STAI Mempawah memanfaatkan bulan Ramadhan kali ini dengan berwirausaha.

Beberapa mahasiswa berwirausaha dengan berjualan takjil seperti, gorengan, kue manis, serta minuman-minuman yang dibutuhkan masyarakat untuk berbuka puasa. Mahasiswa STAI Mempawah menangkap peluang ini melihat bahwa tingkat konsumsi masyarakat terhadap kuliner di bulan Ramadhan sangat meningkat.

Kegiatan ini berawal dari ide cemerlang Bapak Imam Subawaihin selaku dosen STAI Mempawah yang ingin melatih mahasiswa STAI Mempawah untuk belajar berwirausaha sekaligus mempraktekkan atas ilmu kewirausahan yang mahasiswa terima di bangku perkuliahan. “Di bulan Ramadhan ini mahasiswa dilatih untuk berwirausaha, karena tidak hanya materi/teori tapi harus praktek untuk melatih dan membelajari mereka supaya punya jiwa entrepreneur dan bermental baja”, ungkap Imam Subawaihin.

Imam Subawaihin sebagai dosen pengampu menempatkan kegiatan ini di beberapa lokasi dan mahasiswa bisa membuka lapak sendiri atau berkelompok, dan sistem wirausaha ini dimulai dengan modal nol namun menghasilkan keuntungan dengan cara mengambil barang dagangan dari orang lain yang nantinya akan mereka jual kembali di lapak masing-masing.

Untuk meningkatkan pemasaran produk, Nurlaila (mahasiswi semester 8 Program Studi Pendidikan Agama Islam) menggunakan sistem jaringan atau distributor. “Kami juga menjual dengan sistem jaringan atau distributor, dan dalam waktu yang singkat 3 hari puasa sudah memiliki distributor yang baik”, ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *