Dalam rangka melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Mahasiswa dan Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mempawah menyelenggarakan Seminar Pendidikan dengan tema “Relevansi Kitab Adabul Alim Wal Muta’alim Karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari di Era 5.0 dalam Menjaga Akhlak Siswa.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 09.00–12.00 WIB, bertempat di Aula Banat Pondok Pesantren Al-Adabiy, Desa Sungai Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh.
Seminar ini menghadirkan Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah, Bapak Dr. Imam Subawaihin, M.Pd.I sebagai pemateri dan diikuti oleh 40 siswa kelas XI Madrasah Aliyah (MA). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga akhlak, menghormati guru, menumbuhkan adab dalam menuntut ilmu, serta menerapkan nilai-nilai pendidikan Islam dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di tengah perkembangan teknologi dan tantangan era 5.0.
Melalui pembahasan kitab Adabul Alim Wal Muta’alim karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, para peserta diajak untuk memahami bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh pembentukan karakter dan akhlak yang mulia. Nilai-nilai adab dalam kitab tersebut tetap relevan untuk dijadikan pedoman bagi siswa dalam berinteraksi dengan guru, sesama teman, maupun masyarakat di tengah perubahan zaman.
Pelaksanaan kegiatan seminar ini turut didukung oleh pihak Pondok Pesantren Al-Adabiy, Ustadz Hendrawadi, S.Kom.I, M.Pd selaku kepala sekolah. Adapun mahasiswa yang bertugas dalam kegiatan ini adalah Novita Sari sebagai pembawa acara (MC), Ahmad sebagai moderator, Sabirin sebagai qari, Siti Nur Aisyah sebagai dirgen, Fauzan sebagai pembaca doa, dan Ridha Salsabila sebagai petugas dokumentasi.
Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran pendidikan dan pembinaan akhlak di lingkungan sekolah dan pesantren. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dalam mendukung terciptanya generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kitab Adabul Alim Wal Muta’alim tidak hanya dipahami sebagai materi kajian, tetapi juga diterapkan dalam perilaku sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki adab, tanggung jawab, dan kepribadian yang baik.

