Seminar Kelompok 2 bulan Mei 2026 telah sukses dilaksanakan pada hari Selasa, 19 Mei 2026 bertempat di Pondok Pesantren Asasul Muttaqin, yang beralamat di Jl. H. M. Anwar Dusun Parit Amanku RT.23 RW.09, Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan seminar dilaksanakan di ruang kelas XII MAS mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Seminar ini diikuti oleh sebanyak 41 peserta yang terdiri dari siswa kelas VIII MTs serta siswa kelas X dan XI MAS. Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta yang hadir.

Seminar ini mengangkat tema “Peran Pendidikan dalam Mempersiapkan Gen Z Menghadapi Masa Depan” dengan narasumber sekaligus pemateri yaitu Dr. Ismail, S.Pd.I., M.Pd.I. Tema tersebut dipilih karena generasi Z merupakan generasi yang hidup di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman yang sangat cepat, sehingga diperlukan kesiapan, pengetahuan, dan karakter yang kuat agar mampu menghadapi tantangan masa depan. Dalam penyampaian materinya, pemateri menjelaskan bahwa pendidikan bukan hanya sekadar proses belajar di sekolah, tetapi juga menjadi sarana dalam membentuk akhlak, pola pikir, keterampilan, dan kesiapan mental generasi muda dalam menghadapi kehidupan sosial maupun dunia kerja di masa mendatang.

Dalam sambutannya, Syafi’i Ma’arif selaku Kepala Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Asasul Muttaqin menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada mahasiswa Seminar Kelompok 2 yang telah melaksanakan kegiatan seminar di lingkungan pondok pesantren. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan serta memberikan motivasi kepada para siswa untuk lebih semangat dalam belajar dan mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman. Ia juga berharap kegiatan seminar edukatif seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar mampu memberikan dampak positif bagi para peserta didik.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan mampu menghadapi tantangan masa depan dengan baik. Menurutnya, perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat harus diimbangi dengan pendidikan karakter serta nilai-nilai agama agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif yang dapat merusak moral dan perilaku.

Dalam penyampaiannya, Dr. Ismail, S.Pd.I., M.Pd.I selaku narasumber menjelaskan bahwa generasi Z merupakan generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat cepat. Generasi ini memiliki keunggulan dalam kreativitas, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, serta akses informasi yang luas. Namun di sisi lain, kemajuan teknologi juga membawa tantangan tersendiri apabila tidak diimbangi dengan kesiapan mental, pendidikan yang baik, dan karakter yang kuat.

Beliau menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir, akhlak, kedisiplinan, serta tanggung jawab generasi muda. Menurutnya, keberhasilan seseorang di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga dipengaruhi oleh sikap, etika, dan kemampuan dalam menghadapi perubahan sosial di era modern.

Lebih lanjut, Dr. Ismail menekankan bahwa generasi muda harus mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan positif. Media sosial serta perkembangan digital seharusnya dijadikan sarana untuk menambah ilmu pengetahuan, mengembangkan kreativitas, serta membangun relasi yang baik, bukan justru digunakan untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya serta tetap menjaga sikap dan etika dalam berinteraksi, baik di dunia nyata maupun di media sosial.

Dalam sesi pemaparan materi, suasana seminar berlangsung dengan aktif dan penuh antusiasme. Para peserta terlihat fokus memperhatikan materi yang disampaikan dan turut berpartisipasi dalam sesi tanya jawab. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan mengenai tantangan generasi muda di era digital serta cara mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Narasumber pun memberikan jawaban yang komunikatif, inspiratif, dan mudah dipahami sehingga peserta merasa lebih termotivasi untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri.

Di akhir sesi, Dr. Ismail kembali menegaskan bahwa pendidikan merupakan bekal penting dalam mempersiapkan generasi Z menghadapi masa depan. Generasi muda diharapkan mampu menjadi pribadi yang cerdas, kreatif, disiplin, serta memiliki akhlak yang baik sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan agama. Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh wawsan baru, motivasi, serta kesadaran akan pentingnya pendidikan dalam membangun masa dengan masa yang lebih baik

Seminar ini berada di bawah pengasuhan Pondok Pesantren Asasul Muttaqin yang diasuh oleh Kiyai Nurfadhli, S.Pd.I. Dukungan dari pihak pondok pesantren turut membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan seminar sehingga acara dapat berjalan dengan baik dari awal hingga akhir. Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan seminar ini juga menjadi pengalaman berharga bagi panitia dalam melatih kerja sama, tanggung jawab, komunikasi, serta kemampuan dalam mengelola sebuah kegiatan.

Adapun susunan kepanitiaan Seminar Kelompok 2 bulan Mei 2026 terdiri dari Ilyas selaku ketua, Irma Dzulhida sebagai sekretaris, Salsabila sebagai bendahara, Nur Jannah sebagai humas, Anggun Yustinawatik dan Nur Zamziela Ilyani sebagai PDD, serta Putih Lestari sebagai seksi konsumsi. Seluruh panitia bekerja sama dengan baik dalam mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan seminar sehingga kegiatan dapat terlaksana sesuai dengan rencana.

Dengan terlaksananya seminar ini, diharapkan seluruh peserta dapat memahami pentingnya pendidikan dalam menghadapi perkembangan zaman dan mampu menjadi generasi muda yang cerdas, berkarakter, kreatif, serta memiliki akhlak yang baik. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat, pengalaman, dan motivasi bagi seluruh peserta maupun panitia untuk terus berkembang dan mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan.