Sabtu, 27 April 2026. Seminar Bertajuk “Pendidikan Karakter Terhadap Generasi Z : Generasi Hebat Bukan hanya yang cerdas berfikir, tetapi juga bijak bersikap” sukses diselenggarakan oleh Dosen dan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah di Madrasah Tsanawiyah Birul Walidain Mempawah sebagai bentuk sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya nyata dalam membangun kesadaran akan pentingnya pendidikan karakter di kalangan generasi muda. Kegiatan seminar ini dihadiri oleh para siswa, guru, serta civitas akademika yang antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. Materi yang disampaikan menekankan bahwa keberhasilan generasi Z tidak hanya diukur dari kemampuan intelektual semata, tetapi juga dari sikap, etika, dan nilai-nilai moral yang mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Narasumber juga mengajak peserta untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial, serta menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, dan empati terhadap sesama. Diskusi interaktif yang berlangsung turut memberikan ruang bagi para siswa untuk menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka terkait tantangan yang dihadapi di era digital saat ini.

Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan para peserta mampu menginternalisasi nilai-nilai karakter yang telah disampaikan, sehingga dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan berakhlak mulia.

Acara diawali dengan sambutan Ustadz Mustakim, S.Pd.I selaku pimpinan madrasah yang menekankan bahwa kegiatan seminar ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia.

Dalam sambutannya, Ustadz Mustakim, S.Pd.I juga menyampaikan apresiasi kepada dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah yang telah menginisiasi kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar mampu memberikan dampak positif bagi para siswa.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting dalam membentengi generasi Z dari pengaruh negatif perkembangan zaman. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat sangat dibutuhkan guna menciptakan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga bijak dalam bersikap dan bertindak.

Dalam penyampaiannya, Dr. Ismail, S.Pd.I, M.Pd.I (Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah) selaku narasumber menjelaskan bahwa generasi Z memiliki keunggulan dalam hal adaptasi terhadap teknologi digital, kreativitas, serta akses informasi yang luas. Namun di sisi lain, hal tersebut juga menjadi tantangan tersendiri apabila tidak diimbangi dengan pondasi karakter yang kuat. Tanpa nilai-nilai moral yang kokoh, kemajuan teknologi justru dapat membawa dampak negatif seperti menurunnya etika, kurangnya rasa tanggung jawab, serta lunturnya budaya saling menghargai.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa pendidikan karakter bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga dan lingkungan masyarakat. Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, kerja keras, empati, serta sikap saling menghormati harus ditanamkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengingatkan bahwa karakter yang baik tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses pembiasaan yang berkelanjutan.

Dalam sesi pemaparan, Dr. Ismail juga memberikan contoh konkret mengenai bagaimana generasi muda dapat menerapkan pendidikan karakter di era digital. Misalnya dengan bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta mampu menjaga tutur kata dan sikap dalam berinteraksi di dunia maya. Ia juga mengajak para peserta untuk menjadikan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri, seperti mencari ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan membangun jejaring yang positif.

Suasana seminar semakin hidup ketika narasumber membuka sesi interaktif, di mana para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pandangan terkait pengalaman mereka dalam menghadapi tantangan di era digital. Beberapa peserta mengungkapkan kekhawatiran terhadap pengaruh negatif media sosial, sementara yang lain berbagi cara mereka dalam menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan kewajiban belajar. Dr. Ismail pun memberikan tanggapan yang membangun dan solutif, sehingga peserta merasa lebih termotivasi dan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam.

Di akhir sesi, beliau kembali menegaskan bahwa menjadi generasi hebat tidak cukup hanya dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga harus diiringi dengan kebijaksanaan dalam bersikap dan bertindak. Generasi yang berkarakter kuat akan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dengan lebih bijak, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar, bangsa, dan agama.

Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, inspiratif, dan penuh motivasi, materi yang disampaikan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mampu menggugah kesadaran para peserta akan pentingnya membangun karakter sejak dini sebagai bekal menuju masa depan yang lebih baik.