Wisuda Perdana Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah

Ahad, 3 Desember 2017 merupakan moment yang sangat bersejarah dan berbahagia bagi Lembaga Pendidikan Asmaul Husna Mempawah dan keluarga besar Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah (STAIM) karena berhasil menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda I Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah yang dilaksanakan di Aula Wisata Nusantara Mempawah.

Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah mewisuda 46 wisudawan dan wisudawati. Mahasiswa yang diwisuda tersebut merupakan lulusan pertama Program Sarjana Strata I Sekolah Tinggi Agama Islam Mempawah yang terdiri dari 32 mahasiswa Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 14 mahasiswa Jurusan Syari’ah Program Studi Ahwal Al Syakhshiyyah (Hukum Keluarga Islam).

Wisuda perdana ini, Ahmad Syafi’i, S.H yang merupakan mahasiswa dari Program Studi Ahwal Al Syakhshiyyah meraih IPK tertinggi 3,97 (cum laude) di STAIM. Sedangkan lulusan termuda STAIM diraih Fatmawati, S.Pd dengan usianya 22 tahun 4 bulan 24 hari. IPK tertinggi di Program Studi PAI diraih Yulia Noviani, S.Pd (3,77), dan termuda di Program Studi Ahwal Al Syakhshiyyah diraih oleh Astif, S.H dengan usia 24 tahun 5 bulan 9 hari. Pada kesempatan ini pula, Lembaga Pendidikan Asmaul Husna Mempawah dan STAIM memberikan penghargaan kepada lulusan bernama Abdul Hamid, S.Pd atas kontribusinya sebagai perancang Logo HMJ Tarbiyah dan HMJ Syari’ah, serta penghargaan sebagai pencipta lagu mars STAIM diberikan kepada Sukardiansyah.

Dalam sambutannya, Helmi selaku Ketua STAIM mengatakan bahwa lima tahun pasca mendapatkan izin operasional, STAIM dan kedua program studi yang ada telah terakreditasi. Tahun akademik 2018-2019, STAIM juga akan menerima mahasiswa baru untuk dua program studi baru, yaitu Program Studi Hukum Ekonomi Syari’ah (Mu’amalah) dan Program Studi Tadris Bahasa Inggris. Sedangkan satu jurusan baru sedang dalam proses penyempurnaan, yaitu Jurusan Psikologi Islam.

“Selain itu, kita juga tengah dalam persiapan dan penyempurnaan untuk mendapatkan izin operasional dari Direktorat Perguruan Tinggi Islam Kementerian Agama Republik Indonesia untuk Jurusan Psikologi Islam ”, ujar Ketua STAIM.

Dirinya berpesan kepada para wisudawan yang telah menyandang gelar sebagai sarjana dapat mengimplementasikan nilai-nilai Islam.

“Kami percaya dan berharap mereka dapat berkarya di atas landasan spiritual dan etika Islam dengan siap berkarya di berbagai bidang profesi, keilmuan dan keahlian tanpa harus mengorbankan akar identitas moral sebagai seorang muslim”, ujarnya.

Dalam momen tersebut, dihadiri pula Bupati Mempawah, Ria Norsan, jajaran FORKOPIMDA Mempawah, Ketua Kopertias Wilayah XI Kalimantan, dan Ketua Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta se-Kalimantan.

Bupati Mempawah menyatakan akan memberikan support terhadap eksistensi STAIM sebagai sebuah lembaga perguruan tinggi di Kabupaten Mempawah. Tak lupa pula Ria Norsan mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan STAIM. Mulai dari para dewan pendidik, mahasiswa, orang tua dan masyarakat. Terutama kepada pendiri sekaligus penggagas STAIM, Hj Ratna Ningsih.

“Berdirinya STAIM ini tidak lepas dari usaha keras Bunda Hj Ratna Ningsih. Beliau yang mengajak saya menemui Kemenag. Kami diskusi dan ditindaklanjuti dengan persiapan administasi dan di lapangan. Hingga akhirnya berdirilah STAIM ini. Mudah-mudahan ke depan akan terus melahirkan SDM-SDM bermutu, berkualitas dan berakhlak mulia,” tungkasnya.

Bupati Mempawah juga berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati untuk terus menimba ilmu, tidak hanya di Mempawah tetapi juga berani keluar Mempawah dan kembali lagi ke Mempawah untuk membangun daerah.

(Dan/BAK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *